1. Aturan Penjumlahan
Definisi:
Jika ada a1 cara melakukan kegiatan 1, a2 cara melakukan kegiatan 2, … , dan an cara melakukan kegiatan n, serta semua kegiatan tersebut saling lepas (tidak mungkin ada dua atau lebih dari kegiatan tersebut dilakukan), maka ada a1 + a2 + an cara untuk melakukan tepat satu kegiatan tersebut.
Dari definisi bermakna bahwa jika ada beberapa kegiatan yang saling lepas dan salah satunya harus dilakukan, maka jumlahkan banyak cara melakukan masing-masing kegiatan.
Aturan
penjumlahan dipakai jika:
1) Ada beberapa
kegiatan berbeda, namun hanya satu yang dilakukan
2) Kita sedang
membagi kasus (walaupun ketika membagi kasus, aturan penjumlahan biasanya
dipakai beriringan dengan kaidah atau rumus lain)
3) Dengan
melihat kata kunci “bagaimana cara tokoh utama melakukan yang ingin dilakukannya” apabila memiliki kata
penghubung untuk memilih (atau, ataupun,
maupun, dst), maka gunakan aturan
penjumlahan
Contoh Soal:
Di rumahnya Wati terdapat 3
jenis sepeda berbeda, 2 jenis sepeda motor berbeda, dan 2 mobil yang berbeda.
Jika Wati ingin berpergian, ada berapa cara Wati menggunakan kendaraan yang ada
di rumahnya?
Jawab:
Diketahui : a1 = 3 (Banyak mengendarai sepeda)
a2 = 2 (Banyak mengendarai sepeda motor
an = 2 (Banyak mengendarai mobil)
Ditanya : Berapa cara Wati menggunakan
kendaraan yang ada di rumahnya?
Penyelesaian :
Pada kasus ini, ada
tiga pilihan kendaraan yaitu sepeda, sepeda motor, dan mobil. Wati tidak
mungkin menggunakan sekaligus ketiga jenis kendaraan tersebut yang artinya Wati
harus memilih salah satu jenis kendaraan saja. Sehingga kita bisa menggunakan
aturan penjumlahan pada kasus ini yaitu 3 + 2 + 2 = 7. Jadi, ada 7 cara Wati
menggunakan kendaraan yang ada di rumahnya.
2. Aturan Perkalian
Definisi:
Jika ada a1 cara melakukan kegiatan 1, a2 cara melakukan kegiatan 2, … , dan an cara melakukan kegiatan n, serta semua kegiatan tersebut independen, maka ada a1 x a2 x an cara untuk melakukan seluruh kegiatan tersebut.
Dari definisi bermakna bahwa jika
ada beberapa kegiatan yang independen dan semuanya harus dilakukan, maka
kalikan banyak cara melakukan masing-masing kegiatan.
Aturan perkalian dipakai jika:
1) Ada
satu kegiatan yang terdiri dari beberapa tahap
2) Ada
beberapa kegiatan berbeda yang semuanya harus dilakukan
3) Dengan melihat kata kunci “bagaimana
cara
tokoh utama melakukan yang ingin
dilakukannya” apabila memiliki kata penghubung biasa
(dan, serta, juga, dst) dan kata penghubung mengurutkan (lalu, kemudian,
selanjutnya, dst), maka gunakan
aturan perkalian
Contoh Soal:
Untuk menuju kota C dari kota A
harus melewati kota B. Dari kota A ke kota B melewati 4 jalur dan dari kota B
ke kota C ada 3 jalur. Dengan berapa jalur Budi dapat pergi dari kota A ke kota
C?
Jawab:
Diketahui : a1 = 4 (Banyak cara dari kota A ke kota B)
a2 = 3 (Banyak cara dari kota B ke kota C)
Ditanya : Berapa jalur Budi dapat pergi dari
kota A ke kota C?
Penyelesaian :
Kita gunakan aturan
perkalian karena jalur AB dan BC harus ditempuh semua, artinya ketiga jalur
sekaligus dilewati untuk perjalanan dari kota A ke kota C. Total jalur yaitu 4 x 3 =
12. Sehingga, Budi dapat pergi dari kota A ke kota C melewati 4 jalur.
Sekian Pengertian serta Contoh Soal Aturan Penjumlahan dan Aturan Perkalian, semoga dapat membantu Anda dalam memahami materi Matematika bab Aturan Pencacahan.
